Persib bandung akan melakoni laga pertama mereka di Liga Champions
Asia 2015. Lawan yang akan mereka hadapi di babak dua play off ini
adalah tim dari Vietnam, Ha Noi T&T. Laga pertama ini bisa juga
menjadi laga terakhir bagi mereka. Pasalnya, mereka akan berhadapan
dengan runner up V League 1 Vietnam 2014 itu dalam satu pertandingan
tunggal. Tim yang kalah akan langsung masuk kotak, dan terlempar ke
ajang di bawahnya, Piala AFC antar klub 2015.
Pertandingan ini mengingatkan penulis pada perjuangan pertama Persib
di Liga Champions Asia 1995. Tim Pangeran Biru menjadi wakil negara di
ajang tersebut sebagai juara Liga Indonesia musim pertama di 1994/1995.
Kondisi yang hampir sama dialami tim Persib waktu itu. Di pertandingan
pertama yang merupakan babak pertama kualifikasi Asia wilayah timur,
Persib harus bertandang ke Thailand, ke markas Bangkok Bank. Bedanya,
saat itu babak kualifikasi menggunakan sistem home and away, sistem yang
sedikit bisa menurunkan tensi pemain karena masih diberi kesempatan
kedua jika mengalami hasil yang kurang memuaskan di leg pertama.
Jika dibandingkan dengan musim sekarang, persiapan Persib Bandung
saat itu terkesan tidak maksimal. Ketidakpastian pemain mana yang akan
dikirim sempat membuat pemain Maung Bandung terlihat kurang bersemangat
saat melakukan persiapan. Belum lagi, tiga pemain yaitu Anwar Sanusi,
Yadi Mulyadi dan Kekey Zakaria sebelumnya dipanggil untuk seleksi tim
SEA Games 1996 dan terancam tidak bisa bergabung dalam tim karena
dilarang oleh KONI. Dengan pemain sisa Liga Indonesia sebelumnya, plus
Asep Dayat yang bergabung dari program Primavera di Italia, Persib
sempat melakukan training center di kota keramat, Subang.
Masalah kemudian mencapai puncaknya dalam sebuah uji coba. Persib
harus menelan pil pahit setelah ditundukkan oleh tim Pra PON DKI
Jakarta. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Cilokotot Kabupaten
Bandung tersebut, tanggal 10 September 1995, Tim Pra PON DKI yang
diantaranya diperkuat Miro Baldo Bento, menang dengan dengan skor telak
1-4. Satu-satunya gol Persib dicetak lewat sundulan Yudi Guntara di
menit 32. Kekalahan yang cukup aneh bagi tim yang sedang memegang gelar
juara liga.
Dengan persiapan yang sudah dianggap maksimal, 19 pemain Persib di
bawah asuhan Indra Thohir, Jajang Nurjaman, dan Emen Suwarman, kemudian
diterbangkan ke Bangkok mencoba peruntungan. Skuat Persib tentu saja
tidak mau menanggung malu. Karena selain mewakili nama negara,
pertandingan tersebut akan menjadi pertandingan pertama Persib di ajang
resmi yang diselenggarakan oleh AFC.
Ujian selanjutnya kembali menghampiri Persib bada mendarat di
Bangkok. Persib kemudian tersandung masalah apparel yang mereka bawa
dari tanah air. Jersey yang akan mereka pakai di pertandingan ternyata
tidak memenuhi standar AFC karena mencantumkan nama sponsor tanpa
sepengetahuan badan tertinggi sepakbola Asia tersebut. Hukuman
diskualifikasipun mengancam tim. Untunglah, pihak tuan rumah membantu
menghubungkan Persib dengan FBT, sebagai penyuplai jersey resmi tim tuan
rumah. Dengan sukarela, FBT membuatkan jersey Persib edisi spesial ini
secara gratis. Pihak Persib hanya perlu membayar sablonnya saja sebesar
350 ribu rupiah.
Akhirnya setelah melewati banyak ujian dan rintangan, pertandingan
away tertanggal 16 September 1995 tersebut seakan menjadi ujian final
buat tim Maung Bandung. Dalam game tersebut, Persib bermain di Stadion
Chulalongkorn Bangkok di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.
Harian Umum Pikiran Rakyat melaporkan adanya sekitar 300 bobotoh yang
hadir mendukung perjuangan tim secara langsung di sana.
Walaupun sempat dibantu oleh tim tuan rumah saat membuat jersey yang
mereka pakai, Persib tetap bermain layaknya tim professional. Di
lapangan, mereka tetap bermain garang sebagai juara dari Indonesia.
Dengan mengejutkan, Persib berhasil memenangkan laga pertama Liga
Champions Asia-nya dengan skor cukup meyakinkan 2-0. Kedua gol Persib
dicetak oleh sundulan Kekey Zakaria menit 9 dan sontekan Yusuf Bahtiar
di menit 53.
Saat itu Persib menurunkan para pemain terbaiknya. Starter pemain
yang diturunkan saat itu adalah Anwar Sanusi (GK), Yadi Mulyadi,
Mulyana, Robby Darwis, Nandang Kurnaedi, Dede Iskandar, Asep Sumantri,
Asep Kustiana, Yusuf Bahtiar, Kekey Zakaria dan Sutiono. Di tengah
pertandingan yang dipimpin wasit asal Bangladesh, Mohammad Abdul Aziz
Azad Mansur itu, Asep Dayat dan Roy Darwis masuk di ujung babak kedua
menggantikan Kekey dan Sutiono.
Kemenangan ini cukup bersejarah untuk Persib. Pasalnya, ini
kemenangan pertama mereka di laga resmi AFC. Kemenangan ini lebih
spesial lagi karena dilakukan di hadapan pendukung tuan rumah.
Kemenangan tersebut merupakan klimaks yang menyenangkan, karena mereka
berhasil mengatasi dan melupakan semua hal-hal non-teknis yang menganggu
mereka alami sebelumnya di masa persiapan.
Pertandingan awal Persib di Bangkok di Liga Champions Asia 1995 itu
kemudian membawa terbang tim Maung Bandung melewati segala hadangan
untuk menjejak di fase yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya,
fase perempat final. Walaupun akhirnya mereka kandas di fase yang semua
game-nya dilangsungkan di Stadion Siliwangi itu, namun perjuangan tim
ini patut diacungi jempol.
Dengan semangat Bangkok-nya, tim 1995 berhasil membuktikan diri
sebagai tim yang solid dan menakutkan, setidaknya di kawasan Asia
Tenggara. Semoga saja, semangat untuk membuktikan diri menjadi yang
terbaikpun menular ke tim musim 2015 ini.
Ditulis oleh @hevifauzan


0 comments:
Post a Comment